Showing posts with label psychology. Show all posts
Showing posts with label psychology. Show all posts

Monday, 18 November 2019

Untukku, yang sedang belajar untuk menjadi tidak sempurna.

Dulu sekali, dua tahun lalu aku pernah menulis sebuah artikel yang menceritakan keresahanku sebagai seorang mahasiswa Psikologi. Inti tulisannya bahwa mahasiswa atau siapapun yang sedang mendalami Psikologi, punya hak untuk merasa tidak baik-baik saja.

Beberapa hari yang lalu, ada sebuah kejadian yang memaksaku untuk berpikir ulang; tentang konsep diri dan berbagai aturan yang aku buat sendiri. Aku melakukan sebuah kesalahan yang menurut standarku, sangat keterlaluan.

Monday, 11 March 2019

One anxious night; The truth about being an overthinker

Yang ditunggu, yang diharap, biarkanlah semesta bekerja untukmu.”
– Rehat, Kunto Aji.

I had gloomy days several days ago. I could easily blame the hormones (because it’s my menstrual cycle), but I know it’s just a trigger.

I can be so anxious when I think too much.
And here goes the time. After what I’ve written on my post about new year resolution, I think that was a challenge I need to face.

One Tuesday night, I got a sudden sadness “attack”. I already felt so tired but also need to do lots of stuff that time. Then comes my anxiety, which suddenly changed into a “sadness attack”. I cried all night. It was hard for me to sleep because I couldn’t stop crying that time.
I felt so sad and find nobody because it was midnight.

Tuesday, 4 December 2018

Sebuah Tulisan untuk #CatatanPKPP: Tempat Ketiga

“Saya nggak mau kalian ada di sini tapi ilmu yang kalian dapat itu-itu saja.” 
- seorang Psikiater di kelas Matrikulasi Diagnosis Gangguan Jiwa.

Sudah sebulan berlalu sejak pertama kali masuk di tempat praktik ketiga: Rumah Sakit Jiwa. Sudah selesai sih praktiknya, tapi rasa-rasanya sayang kalau kenangan praktik di tempat ketiga ini hanya disimpan dalam ingatan.
*

Monday, 27 August 2018

Apa yang Kulakukan Ketika Kehilangan Diri Sendiri

Sudah lebih dari satu bulan sejak aku resmi menjalani Praktik Kerja Profesi Psikolog (PKPP). Ada banyak cerita yang terjadi tentu saja. Namun satu hal yang pasti aku rasakan: stress.

Ada banyak hal yang perlu dikerjakan dalam waktu yang singkat. Ada penyesuaian yang perlu dilakukan dengan sangat cepat. Ada laporan yang perlu digarap. Dan ada hal yang terjadi di luar rencana. Melelahkan? Tentu saja. Secara fisik dan pikiran.

Above all, kemarin aku tersadar satu hal: aku melupakan diriku sendiri.

Wednesday, 28 February 2018

Tujuh Bulan Setelah Menjadi Mahasiswa (Lagi)

“Kita tidak bisa menghindari luka, karena luka selalu ada. Tapi dari luka-lah kita dapat belajar menjadi seorang yang lebih kuat.”
– Seorang dosen dalam kelas Psikologi Positif.
Terkadang, mempelajari Psikologi dan dinamika orang lain membuat seseorang bisa menjadi terlalu peduli dengan orang lain. 

Saturday, 11 November 2017

Pernahkah Kamu Merasa Lelah Meski Sedang Melakukan Hal yang Paling Kamu Inginkan?

source: unplash
Gelas caffe latte milikku nyaris kosong.

Sudah satu jam berlalu di tempat nugas favoritku dan aku masih merasa sedang menghindari untuk mengerjakan tugas yang masih super banyak sebenarnya.


Mungkin pikiranku sedang butuh untuk dikeluarkan. Keresahanku sedang butuh untuk didengarkan, dituangkan dalam bahasa yang dapat aku maknai dan bisa aku baca ulang ketika aku butuh.

***

Sudah bulan November yang berarti sebentar lagi tahun berganti. Satu semesterku, sebagai mahasiswa profesi akan segera berlalu. Akan ada libur panjang yang benar-benar aku butuhkan dalam perjalanan yang cukup melelahkan ini.
Iya, sepertinya aku sedang kelelahan.

Monday, 8 May 2017

Kapan Terakhir Kali Kamu Merasa Kesepian?

Kapan terakhir kali kamu merasa kesepian?
*
Hari ini aku berencana untuk membeli satu barang dan berharap ada teman yang bisa menemani. Sampai beberapa jam aku berusaha menghubungi satu per satu teman, nggak ada seorang pun yang punya waktu luang. Ya aku tahu, rencanaku ini benar-benar mendadak. 

Saturday, 21 March 2015

Trusting your feeling.

It is okay to be sad, happy, angry, scared, worried, doubtful, guilty, disappointed, hate and other emotion. Even, it is okay to be confused with what you felt. You are a human, so it is natural to have emotions (positive and negative). 
The point is not about eliminating them. It is about realizing and accepting them. Yes, just realize and release everything that hold you back. 
Try to recognize and remember the reason behind your emotion. Forgive yourself, forgive your past. Make them your best teacher in life. 
If you can’t do this alone, it is okay to ask people for help. Since the mind is the key of our life, it is important to keep ours positive and “healthy”. 
Because being healthy is not just about the body, but also about mind itself.”
– Lesson learned I got from the Basic Individual Intervention class: Humanistic perspective.


Hugs and kisses,
Nisrina.

Monday, 29 December 2014

resilience is the key.


2014 is such an amazing year.
source: pinterest.com
There's ups and downs especially on this last 3 months. I learn a lot and being thankful for every moments I experienced. Alhamdulillah. 

I could say that this year is the hardest year. By the coming of 2014, I'm officially 20 year-old This is the time when I finally see what life is. Over the 19 years before, I taste that life is as sweet as candies. But not for this year. I finally could taste the bitterness of the life. But I'm not regretting it, for sure. 

Saturday, 13 December 2014

a clear mind.

Huge things will happen in our life.

It’s like a volcanic eruptions: when it happened, everything around becomes fell apart. Everything changed until the original form no longer visible; the only thing left is memories.
This is the stage of life.

Sunday, 19 October 2014

we see, then we judge.

image source: pinterest.com

“We do not see things as they are, we see things as we do.”



Ada banyak hal yang kita temui tiap harinya. Orang-orang, jalanan, peristiwa, langit, pagi, siang, malam, panas, dingin, lelah, sebal, marah, beban, tanggungan, cemburu, patah hati. Semuanya. 

Begitu banyak.

Tuesday, 6 May 2014

teruntuk kamu, 2012.



2012. 
Faculty of psychology.
"How could you get here?"  
Different choice; Different reason; Different background.
Still on the same process
How would we finish it? 

*


hai teman,

Kelas asesmen pagi tadi membuat saya mendadak ingin menulis hal ini.
Sebuah hal yang sederhana, sebenarnya.
Ya, terlampau sederhana hingga kadang terabai.
Ini adalah kata, yang sebenarnya sudah berdiam cukup lama di dalam sini, ya, di kepala ini.

Sebuah pertanyaan singkat, yang berhasil membuat saya menye-menye dan mendadak menulis ini.
"Mengapa memilih psikologi?" 
Apapun yang menjadi alasanmu berada disini, saat ini kita sedang berjuang bersama.
Mari berproses bersama!

dengan cinta,
nisrina.

Sunday, 15 December 2013

when (your) future psychologist needs a psychologist.

I’ve been thinking to write something about me and my future.

Well, I know this is not a simple thing to talk about. I just…trying to figure it out.
Actually, this post is also inspired by my conversation with Anggrek this afternoon. She said, “My mom had just told me to prepare my future well.
You know, to get a job isn’t an easy thing these days…”

Right.

Future.