Showing posts with label dreams. Show all posts
Showing posts with label dreams. Show all posts

Tuesday, 5 January 2016

No More "Wish Upon a Shooting Star"

#88LoveLifeBook

Alhamdulillah, setelah 4 hari berpikir mau nulis apa, saya memutuskan untuk menulis sebuah postingan paling umum yang ditulis oleh orang-orang se-jagad raya di awal tahun: Resolusi Tahun Baru. Semoga belum terlambat ya, untuk menulis hal-hal yang berhubungan dengan tahun baru dan resolusi, hihi.

Membuat resolusi tahun baru adalah sebuah rutinitas yang menyenangkan bagi saya. Semacam kesempatan untuk kembali bermimpi sebanyak dan setinggi mungkin. Semacam mendapatkan energi baru untuk menjalani hidup dan menggapai impian saya.

Sunday, 25 October 2015

Embracing Life

Beberapa orang percaya bahwa segala sesuatu yang terjadi dalam hidup ini bukan sebuah kebetulan.
Aku termasuk salah satunya.

Ketika kita meminta ini, lantas mendapat yang lain. Ketika kita membenci sesuatu, lantas justru hal itu yang terbaik. Ketika kita menyesal atas pilihan dan keputusan kita. Ketika kita terlampau takut bahkan untuk menjejakkan langkah pertama pada hal-hal baru.

Pun ketika pada akhirnya, di tengah-tengah perjalanan kita kelelahan dan ingin berhenti. Di antara persimpangan, kita kebingungan menentukan setapak. Di antara pagi dan malam yang berkejaran, kita merasa kehilangan waktu. Di antara kini dan nanti, kita merasa lemah tanpa daya.

Lauh Mahfudz, begitu yang tertulis dalam Qur’an, bahwa disanalah segala takdir; rezeki, jodoh, dan usia seseorang telah lama ditentukan.

Dan untuk kebetulan-kebetulan di masa yang akan datang, manusia tidak pernah tahu secara pasti. Hanya ada rencana-rencana dan harapan-harapan yang tersimpan dalam dada. Hanya ada usaha-usaha dan doa-doa permintaan yang terucap pada-Nya.

Kali ini, kumohonkan pada-Mu, sang Pemilik Masa Depan, mudahkanlah.
Untuk semua urusan, impian, dan niat baik yang hamba-Mu pinta.

Saturday, 18 April 2015

Imbroglio.

@Nisrinays

“We feel motivated because we choose to, not because the sun happens to shine on our side of the street.” 
- Via Blinkist.com

Have you ever been so tired that all you want to do nothing? 

That at one time, you just want to give up for everything you have done, you have been fighting for. That life, is somehow seems unfair. 
Have you ever got that feeling?

The next question is, what do you do to make everything better? 
Fight or flight?
Face it or avoid it?

Saturday, 21 March 2015

Trusting your feeling.

It is okay to be sad, happy, angry, scared, worried, doubtful, guilty, disappointed, hate and other emotion. Even, it is okay to be confused with what you felt. You are a human, so it is natural to have emotions (positive and negative). 
The point is not about eliminating them. It is about realizing and accepting them. Yes, just realize and release everything that hold you back. 
Try to recognize and remember the reason behind your emotion. Forgive yourself, forgive your past. Make them your best teacher in life. 
If you can’t do this alone, it is okay to ask people for help. Since the mind is the key of our life, it is important to keep ours positive and “healthy”. 
Because being healthy is not just about the body, but also about mind itself.”
– Lesson learned I got from the Basic Individual Intervention class: Humanistic perspective.


Hugs and kisses,
Nisrina.

Saturday, 14 March 2015

Perempuan itu, Kamu.

Semua perempuan cantik. Saya percaya itu,
       dan akan selalu percaya.


Masalah warna kulit, ukuran tubuh, wajah, dan hal-hal berbau fisik lainnya adalah masalah yang tidak sepantasnya diperdebatkan. Sama halnya ketika ada seseorang yang mengatakan “Dia cantik”, dan “Kamu nggak cantik” (bagian ini sepertinya jarang didengar secara langsung, haha).

Definisi cantik menurut saya?

“Seseorang yang percaya diri, mampu menerima keadaan dirinya sendiri, berwawasan luas, memiliki kebaikan hati, dan tidak pernah lelah untuk menebarkan kebaikan dan kebermanfaatannya untuk siapapun di dunia ini.”

Tidak ada fisik, tidak ada hal-hal lain selain fitrahnya sebagai perempuan, sebagai manusia, sebagai makhluk ciptaan-Nya.
Namun apalah arti cantik jika tidak diikuti dengan hal-hal positif yang dilakukan untuk bisa mengembangkan dirinya sendiri?

Wednesday, 4 February 2015

Book Review: Lean In


This cover is taken from Goodreads




“A feminist is someone who believes in social, political, and economic equality of the sexes.”

– Sheryl Sandberg, Lean In, page 159.

Pertama, saya ingin berterima kasih pada sepupu saya tercinta yang sudah dengan baik hati menyodorkan buku ini pada saya. Iya, ini buku pinjaman, hahaha, kalau saya pribadi, jujur masih berpikir dua kali untuk membeli buku non-fiksi setebal 200 halaman dan berbahasa Inggis. Bukan bermaksud pamer, tapi saya benar-benar salut pada diri saya karena ini adalah “buku tebal non-fiksi berbahasa Inggris” yang pertama kali saya baca sampai selesai selama kurang dari seminggu. Hahahahaha :”) Yeaaah, I’m totally feel so proud with myself.

Okay, then. Back to the book itself.
*

Sunday, 30 November 2014

the hardest thing in the world to explain.



I would rather walk with a friend in the dark, than alone in the light.
― Helen Keller
Apa sebenarnya makna persahabatan itu?

Memiliki teman yang sering kau habiskan waktu bersama? Memiliki teman yang kau percayai untuk kau ceritakan kisah paling rahasiamu? Memiliki teman yang bersamanya kau tak pernah takut untuk bermimpi dan menunjukkan siapa dirimu? Memiliki teman yang tak akan pernah pergi meninggalkanmu?