Showing posts with label bahasa Indonesia. Show all posts
Showing posts with label bahasa Indonesia. Show all posts

Sunday, 1 November 2015

Apa yang terjadi padaku akhir-akhir ini.

Ratu Boko, 31 Oktober 2015

“Itu bisa jadi karena tension type headache, Nis. Karena kita banyak kerja kurang istirahat. Kerja fisik, juga kerja pikiran.”

Penjelasan singkat itu aku dapat dari obrolan via Line dengan seorang teman yang baru saja mendapat gelar S.Ked.

Iya, seminggu terakhir aku merasakan sakit di bagian belakang kepala,lebih tepatnya di dekat leher. Awalnya aku mengira karena posisi tidurku yang salah. Tapi sakit kepala ini timbul-tenggelam. Kadang sakit, tapi setelah beberapa jam mereda, lalu sakit lagi. Aku sudah mengira ada yang salah dengan tubuhku. Dan begitu membaca jawaban dari temanku, aku tidak cukup kaget mendengarnya hahaha.

Saturday, 20 December 2014

beberapa hari sebelum pergantian tahun.



Hai, selamat malam minggu semua.

Lucu sekali, inspirasi menulis saya selalu datang disaat tugas sedang banyak-banyaknya. 
Ehm, sebenarnya hanya satu sih, UAS take home dengan tugas merangkai 3000 kata tentang satu topik bahasan. Perlu digarisbawahi, tugas kali ini adalah tugas membuat paper alias tugas menulis.

Lho, bukannya kamu suka nulis, Nis?

Iya, saya suka nulis. Tapi ya itu, begitu saya sedang menyusun kerangka berpikir untuk paper-yang-panjangnya-3000-kata ini, saya malah membuka jendela Ms. Word yang baru dan memutuskan untuk menulis sesuatu disini.

Tuesday, 6 May 2014

teruntuk kamu, 2012.



2012. 
Faculty of psychology.
"How could you get here?"  
Different choice; Different reason; Different background.
Still on the same process
How would we finish it? 

*


hai teman,

Kelas asesmen pagi tadi membuat saya mendadak ingin menulis hal ini.
Sebuah hal yang sederhana, sebenarnya.
Ya, terlampau sederhana hingga kadang terabai.
Ini adalah kata, yang sebenarnya sudah berdiam cukup lama di dalam sini, ya, di kepala ini.

Sebuah pertanyaan singkat, yang berhasil membuat saya menye-menye dan mendadak menulis ini.
"Mengapa memilih psikologi?" 
Apapun yang menjadi alasanmu berada disini, saat ini kita sedang berjuang bersama.
Mari berproses bersama!

dengan cinta,
nisrina.

Friday, 4 April 2014

untuk sebuah tanya.

image source: weheartit.com


Bolehkah aku berkemas?
Menyudahi rindu yang kian menggebu 
Semakin lama, semakin tak menentu 
Membuatku berubah jadi dungu 

Bolehkah aku berkemas? 
Merapikan harapan yang lama teronggok di ujung sana 
Membuang kenangan yang mulai usang karena sering diputar-ulang
Membawa pergi kepingan hati yang kini tak utuh lagi 


Bolehkah aku berkemas, saat ini juga? 
Untuk ketidaksabaranku 
Untuk kata yang tak terucap 
Untuk pertemuan masa lalu 
Maafkan aku 

Bolehkah aku berkemas? 
Haruskah aku bertahan? 
Tolong beri tahu aku 
Berikan jawab 
Apapun itu 
Kali ini saja

Jogja, 2-4 April 2014

Saturday, 21 December 2013

book review: seribu kerinduan.

emmm... like a-broken-hearted-girl?
ahahaha, okay, I'm just trying to visualize this book.
"How can I move on when I’m still in love with you?"
Enggak ngerti kenapa tiap kali denger kata “move on”, bagian dari lagu the script itu yang tiba-tiba muncul di benak saya. Bukan, bukan, ini nggak ada hubungannya sama sekali dengan masalah pribadi saya. Saya udah pernah bisa move on kok, hahaha.

Anyhow, bener juga sih apa yang dibilang sama the script di lagunya yang “the man who can’t be moved” itu. Gimana kita bisa move on kalo nyatanya kita masih cinta, ehm sama mantan kita?

Thursday, 12 December 2013

book review: Newt Project.

Newt Project's Old Cover
“Mendapatkan dan kehilangan adalah satu paket yang tak terpisahkan, sama seperti hal lain yang ditakdirkan berpasangan di dunia ini.”- Juli.
*
Juli dan Jena tak pernah tahu bahwa selama ini Pramono, ayah kandung mereka memiliki sebuah proyek rahasia yang berhubungan dengan Newt, perusahaan milik ayah mereka. Newt Project adalah sebuah perusahaan penghasil obat-obatan,vaksin, dan alat-alat kesehatan yang namanya cukup diperhitungkan.  

book review: Newt Project.

Newt Project's Old Cover
“Mendapatkan dan kehilangan adalah satu paket yang tak terpisahkan, sama seperti hal lain yang ditakdirkan berpasangan di dunia ini.”- Juli.
*
Juli dan Jena tak pernah tahu bahwa selama ini Pramono, ayah kandung mereka memiliki sebuah proyek rahasia yang berhubungan dengan Newt, perusahaan milik ayah mereka. Newt Project adalah sebuah perusahaan penghasil obat-obatan,vaksin, dan alat-alat kesehatan yang namanya cukup diperhitungkan.  

Friday, 5 July 2013

book review: Kamu Indonesia Banget Kalau...

picture taken from avantourists.com

Sebenarnya saya tidak sengaja menemukan buku itu. 

Awalnya saya berniat membeli beberapa novel di sebuah toko buku di Yogyakarta bersama Ayah saya. Saat pertama kali melihat buku itu, jujur, saya tertarik dengan judulnya yang cukup ‘menggelitik’ menurut saya; “Kamu Indonesia Banget Kalau…” Kemudian pada saat saya melihat penulisnya, yang ternyata bukanlah orang Indonesia, membuat saya semakin tertarik. 

I do really feel so curious about its content.

Saya juga bertanya-tanya, penasaran, ‘memangnya seperti apasih orang Indonesia itu di mata bule—warga negara asing- ?’ 
Then, I decided to buy it….
… actually my dad paid the book for me. hahaha.

As I guess, this book is totally interesting!

Sangat menarik dan cukup blak-blakan, menurut saya. Berit Renser, the author of this book, bercerita 
dengan gaya yang santai dan diselingi beberapa humor yang membuat saya tersenyum bahkan tertawa, menertawai hal-hal ‘aneh’ yang kadang-kadang juga saya lakukan.

On the first part, Berit Renser menceritakan bagaimana dia bisa ‘terdampar’ di sebuah negara yang bernama Indonesia. Sebuah negara, yang bahkan ia sendiri belum tahu banyak mengenai Indonesia, anyway she comes from Estonia. Konon katanya, jarak Indonesia dan Estonia adalah dari satu ujung dunia ke ujung lainnya.

Di awal membaca buku ini saja, saya sudah cukup tercengang—mungkin agak berlebihan, tapi ini benar-benar yang saya rasakan—betapa apa yang kadang-kadang kita pikirkan tentang suatu hal bisa berbeda dengan apa yang dipikirkan oleh orang lain.

Ada beberapa pemikiran Berit Renser yang terus terang, menurut saya, sangat berbeda dengan pemikiran saya. But then, back again, this is just a book, a thought, an opinion, about Indonesia and Indonesian people. Benar-benar menarik dan bisa menjadi sebuah refleksi mengenai perilaku kita, yang mungkin tanpa kita sadari membuat orang lain tidak terlalu nyaman.

Salah satu bagian yang menjadi favorit saya dan berhasil membuat saya terbahak, sekaligus menertawai diri saya sendiri, adalah ketika Berit Renser memberikan beberapa kalimat untuk menggambarkan “Kamu Indonesia Banget Kalau…”.

Then, here my favorite sentences:

 “Kamu Indonesia Banget Kalau…

…menurutmu semua bule bisa bahasa Inggris dan kemampuan berbahasa Inggris berhubungan dengan warna kulit.

…takut matahari padahal kamu tinggal di daerah khatulistiwa.

…kamu mengadakan rapat untuk merencanakan rapat.

…kamu pernah diam-diam memotret bule dan bilang ke orang-orang di sekitarmu bahwa kamu berteman akrab dengan si Bule.

...seumur hidupmu kamu habiskan untuk tersenyum.
*

Banyak hal yang bisa dipelajari dan direnungkan setelah membaca buku ini.

But it’s really worth-to-read!

Sometimes, we need a ‘mirror’ to remind us about who we are, what we are, how we look like. Then we could use it to make things better – to keep what’s worth to keep or to leave the bad ones.
- Nisrina Putri

Seperti kata-kata Berit Renser dalam buku ini, “..aku percaya tidak ada yang lebih buruk atau lebih baik. Kita semua hanya berbeda…”

Anyhow, I do really thanked Berit Renser for writing this awesome yet interesting book.

Terima kasih! :D

Tertarik untuk membacanya? 
Go find it on your favorite bookstore! :p
Tchao,

Sunday, 28 April 2013

once upon a heart.

… . perasaan adalah perasaan , meski secuil , walau setitik hitam di tengah lapangan putih luas , dia bisa membuat seluruh tubuh jadi sakit , kehilangan selera makan , kehilangan semangat , hebat sekali benda bernama perasaan itu , dia bisa membuat harimu berubah cerah dalam sekejap padahal dunia sedang mendung , dan di kejap berikutnya mengubah harimu jadi buram padahal dunia sedang terang benderang."
- Tere Liye (Kau, Aku, dan Sepucuk Angpau Merah)

texts taken from here 

*
Once upon a heart, I was told by myself....