Showing posts with label hearts. Show all posts
Showing posts with label hearts. Show all posts

Sunday, 24 September 2017

Apa yang terjadi ketika kita mengakui kelemahan kita?

Minggu ini adalah minggu-minggu terberat untukku sebagai mahasiswa magister profesi psikologi klinis. 

Kenapa?
Selain tugas yang datang berturut-turut, ada juga praktikum yang perlu kami lalui. Kami sudah diberitahu jauh sejak awal kuliah bahwa proses perkuliahan ini akan sangat padat, menantang dan cenderung menguras energi. Tapi kami belum benar-benar paham sebelum pada akhirnya, minggu ini datang.

Sunday, 30 October 2016

Berbicara Cinta #2: Perihal Komitmen


“Cinta itu nggak butuh alasan. 
Bertahan dalam cintalah yang membutuhkan alasan.”

Pernyataan itu saya tuliskan saat salah seorang sahabat meminta saya membuat sebuah “kata-kata puitis” untuk ia kirimkan pada seseorang. Sebenarnya saya nggak berniat untuk memberikan dua kalimat itu. Ada 3 kalimat lainnya yang saya tawarkan untuk ia pilih. Namun, sahabat saya menilai kalimat terakhir itulah yang paling tepat.

Saya sendiri merasa tertampar membaca dua rangkai kalimat itu. Selama beberapa bulan terakhir, sejak tulisan pertama saya: Berbicara Cinta, saya berkontemplasi. Saya berusaha memaknai apa itu cinta dan bagaimana sebenarnya bentuk relasi antara dua orang yang sedang jatuh cinta. Pencarian saya ini justru sempat membuat saya menjadi skeptis terhadap cinta.

Friday, 12 February 2016

Berbicara Cinta


“Truth is, everybody is going to leave us, eventually. Sometimes it’s their choice, sometimes it’s our choice, sometimes it’s nobody’s choice.” 
@ikanatassa

Dalam beberapa hal, cinta dapat menumbuhkan. Membuat seseorang menjadi begitu bersemangat dan memiliki gairah untuk hidup. Cinta, seperti semacam doping yang tidak akan pernah habis, juga tidak memiliki efek samping.

Dalam beberapa hal juga, cinta dapat melumpuhkan. Seperti misalnya, ketika sedang patah hati. Mendadak jadi kehilangan daya bahkan untuk beranjak dari tempat tidur pun tak mampu. Seolah dunia gelap gulita dan masa depan hampa karena orang yang dicinta telah pergi meninggalkan.

Tapi apakah itu benar-benar cinta?