Dulu sekali, dua tahun lalu aku pernah menulis sebuah artikel yang menceritakan keresahanku sebagai seorang mahasiswa Psikologi. Inti tulisannya bahwa mahasiswa atau siapapun yang sedang mendalami Psikologi, punya hak untuk merasa tidak baik-baik saja.
Beberapa hari yang lalu, ada sebuah kejadian yang memaksaku untuk berpikir ulang; tentang konsep diri dan berbagai aturan yang aku buat sendiri. Aku melakukan sebuah kesalahan yang menurut standarku, sangat keterlaluan.
Showing posts with label Mapronis Lyfe. Show all posts
Showing posts with label Mapronis Lyfe. Show all posts
Monday, 18 November 2019
Wednesday, 28 February 2018
Tujuh Bulan Setelah Menjadi Mahasiswa (Lagi)
“Kita tidak bisa menghindari luka, karena luka selalu ada. Tapi dari luka-lah kita dapat belajar menjadi seorang yang lebih kuat.”Terkadang, mempelajari Psikologi dan dinamika orang lain membuat seseorang bisa menjadi terlalu peduli dengan orang lain.
– Seorang dosen dalam kelas Psikologi Positif.
Sunday, 24 September 2017
Apa yang terjadi ketika kita mengakui kelemahan kita?
![]() |
Minggu ini adalah minggu-minggu terberat untukku sebagai mahasiswa magister profesi psikologi klinis.
|
Kenapa?
Selain tugas yang datang berturut-turut, ada juga praktikum yang perlu kami lalui. Kami sudah diberitahu jauh sejak awal kuliah bahwa proses perkuliahan ini akan sangat padat, menantang dan cenderung menguras energi. Tapi kami belum benar-benar paham sebelum pada akhirnya, minggu ini datang.
Selain tugas yang datang berturut-turut, ada juga praktikum yang perlu kami lalui. Kami sudah diberitahu jauh sejak awal kuliah bahwa proses perkuliahan ini akan sangat padat, menantang dan cenderung menguras energi. Tapi kami belum benar-benar paham sebelum pada akhirnya, minggu ini datang.
Label:
college,
disclosure,
growing up,
hearts,
LOVE,
Mapronis Lyfe
Written by
Nisrina
at
19:09
No comments:
Subscribe to:
Posts (Atom)

