Showing posts with label right in the moment. Show all posts
Showing posts with label right in the moment. Show all posts

Saturday, 11 November 2017

Pernahkah Kamu Merasa Lelah Meski Sedang Melakukan Hal yang Paling Kamu Inginkan?

source: unplash
Gelas caffe latte milikku nyaris kosong.

Sudah satu jam berlalu di tempat nugas favoritku dan aku masih merasa sedang menghindari untuk mengerjakan tugas yang masih super banyak sebenarnya.


Mungkin pikiranku sedang butuh untuk dikeluarkan. Keresahanku sedang butuh untuk didengarkan, dituangkan dalam bahasa yang dapat aku maknai dan bisa aku baca ulang ketika aku butuh.

***

Sudah bulan November yang berarti sebentar lagi tahun berganti. Satu semesterku, sebagai mahasiswa profesi akan segera berlalu. Akan ada libur panjang yang benar-benar aku butuhkan dalam perjalanan yang cukup melelahkan ini.
Iya, sepertinya aku sedang kelelahan.

Tuesday, 8 December 2015

A step you can't take back

In the mood of writing a blogpost. 
Big thanks for the afternoon heavy rain since it could bring my mood to write a yellow-mellow-thingy back. Alhamdulillah. Yay.
Well.....

 Hello December!

2015 almost over and seems like everyone start to look back their paths this whole year. Revisiting and memorizing the to-do list and targets on 2015. Me do the same.

Sunday, 15 November 2015

Aleph: Memahami Waktu untuk Menemukan Diri Sendiri

Kita adalah orang yang sesuai dengan keputusan kita sendiri. Memang mudah saja menyalahkan orang lain. Kau bisa menghabiskan seluruh hidupmu menyalahkan dunia, namun kesuksesan atau kegagalanmu sepenuhnya tergantung pada tanggung jawabmu sendiri.
– halaman 139
Mindfulness. Living here and now.
Sebuah konsep yang pernah saya pelajari di kelas semester lalu. 

Bukunya nyangkut di pohon, Nis?
Jujur, ini adalah postingan yang paling sulit untuk ditulis. Kenapa? Karena bagi saya, buku ini tidak sesimpel seperti buku pada umumnya. Yang dengan mudah dapat saya temukan poin utama bahasannya. Saya merasa kesulitan mencari titik utamanya, bukan karena tidak ada, tapi terlalu banyak.

Sunday, 25 October 2015

Embracing Life

Beberapa orang percaya bahwa segala sesuatu yang terjadi dalam hidup ini bukan sebuah kebetulan.
Aku termasuk salah satunya.

Ketika kita meminta ini, lantas mendapat yang lain. Ketika kita membenci sesuatu, lantas justru hal itu yang terbaik. Ketika kita menyesal atas pilihan dan keputusan kita. Ketika kita terlampau takut bahkan untuk menjejakkan langkah pertama pada hal-hal baru.

Pun ketika pada akhirnya, di tengah-tengah perjalanan kita kelelahan dan ingin berhenti. Di antara persimpangan, kita kebingungan menentukan setapak. Di antara pagi dan malam yang berkejaran, kita merasa kehilangan waktu. Di antara kini dan nanti, kita merasa lemah tanpa daya.

Lauh Mahfudz, begitu yang tertulis dalam Qur’an, bahwa disanalah segala takdir; rezeki, jodoh, dan usia seseorang telah lama ditentukan.

Dan untuk kebetulan-kebetulan di masa yang akan datang, manusia tidak pernah tahu secara pasti. Hanya ada rencana-rencana dan harapan-harapan yang tersimpan dalam dada. Hanya ada usaha-usaha dan doa-doa permintaan yang terucap pada-Nya.

Kali ini, kumohonkan pada-Mu, sang Pemilik Masa Depan, mudahkanlah.
Untuk semua urusan, impian, dan niat baik yang hamba-Mu pinta.