Showing posts with label contemplation. Show all posts
Showing posts with label contemplation. Show all posts

Friday, 28 September 2018

Alasan untuk Tidak Menulis

credits: unsplash
“Aku baru nyadar ada sesuatu yang kurang selama ini,” kata T, tepat beberapa jam sebelum ia pulang.
“Apa? Belum makan roti bakar belakang Dunkin?”
“Gampang banget itu sih. Bukan.”
“Hmmm.. Belum makan Mie ayam Tumini?”
“Bukan juga.”
“Terus apa?”
“Aku kangen baca tulisanmu.”

Sunday, 10 September 2017

Mengurai Kenangan, Memanggil Kembali Ingatan



“I know I am loved. I am surrounded with love, because I feel so.”

Ingatan adalah dua sisi mata uang.

Kadang kita ingin menjaganya baik-baik, tak jarang juga kita ingin membuangnya lekas-lekas. Sayangnya, kita tidak bisa memilih ingatan mana yang menetap, mana yang lamat-lamat hilang menguap.

Jangan pikir ketika kita tidak mengingat apa-apa tentang satu hal, itu artinya kita telah benar-benar melupakannya. Barangkali ingatan itu justru berada dalam tempat penyimpanan yang lebih permanen: di bawah kesadaran kita.

Sunday, 20 August 2017

Percakapan-percakapan yang Menggugah Hati

Pernah nggak sih kumpul sama teman-teman dalam durasi waktu yang cukup lama, terus pas sudah saling pamit pulang, merasa ada yang kosong di dalam hati?

Rasanya biasa aja, seperti nggak ketemu sama siapa-siapa. Rasanya ya…. udah. Ketemu sama temen sih, tapi ya begitu saja: sekadar ketemu dan nggak bermakna apa-apa.

Monday, 8 May 2017

Kapan Terakhir Kali Kamu Merasa Kesepian?

Kapan terakhir kali kamu merasa kesepian?
*
Hari ini aku berencana untuk membeli satu barang dan berharap ada teman yang bisa menemani. Sampai beberapa jam aku berusaha menghubungi satu per satu teman, nggak ada seorang pun yang punya waktu luang. Ya aku tahu, rencanaku ini benar-benar mendadak. 

Wednesday, 25 January 2017

Berhenti Menulis


Saya merasa, saya ingin berhenti menulis. 

Sejak penghujung 2016 hingga saat ini, saya menenggelamkan diri pada bacaan fiksi yang cukup serius. Bagi teman-teman yang secara pribadi terhubung dengan media sosial saya yang lain, seperti Twitter dan Instagram, akan tahu pasti bacaan-bacaan saya itu. Selain keinginan pribadi untuk belajar mencintai dan menyelami sastra, mungkin itu adalah cara saya melarikan diri. Saya sedang kabur dari keinginan saya untuk menulis. 
Iya, saya sedang merasa kesulitan untuk menulis.