In the past 3 days, my life turned upside down. It’s kind of complicated. A misunderstanding between me and someone.
Actually, I had been thinking about leaving my room a year ago. I just thought I could not fit in there. But yeah, I finally could leave yesterday after all the drama.
I write this to release everything inside my mind.
What did I feel right now?
Anger, sadness, disappointed, guilt and other unidentified emotions. I lost my concentration and it feels hard to be mindful in everything I did for past three days.
But also, there are three things I learned about my leaving.
Showing posts with label growing up. Show all posts
Showing posts with label growing up. Show all posts
Monday, 4 February 2019
Sunday, 3 December 2017
Kesalahan yang Mendewasakan: Bisakah Memaafkan Kesalahan Sendiri?
![]() |
| “Aku pernah ngelakuin kesalahan besar dan bikin orang sakit hati,” kataku pada seorang teman di hari Jumat minggu ini. | Photo by Daniel Tafjord on Unsplash |
Setelah itu aku mulai menceritakan pengalaman itu padanya.
Sebuah pengalaman yang bagiku termasuk dalam pelanggaran besar atas prinsip yang aku yakini sendiri, dua tahun lalu. Terlepas dari apa dan bagaimana sebabnya, tindakanku saat itu adalah sesuatu yang sulit untuk aku maafkan sendiri.
Sebuah pengalaman yang bagiku termasuk dalam pelanggaran besar atas prinsip yang aku yakini sendiri, dua tahun lalu. Terlepas dari apa dan bagaimana sebabnya, tindakanku saat itu adalah sesuatu yang sulit untuk aku maafkan sendiri.
“Kok bisa ya, kamu santai banget cerita ini.” Kata temanku setelah cukup lama kami berbincang.
Sunday, 24 September 2017
Apa yang terjadi ketika kita mengakui kelemahan kita?
![]() |
Minggu ini adalah minggu-minggu terberat untukku sebagai mahasiswa magister profesi psikologi klinis.
|
Kenapa?
Selain tugas yang datang berturut-turut, ada juga praktikum yang perlu kami lalui. Kami sudah diberitahu jauh sejak awal kuliah bahwa proses perkuliahan ini akan sangat padat, menantang dan cenderung menguras energi. Tapi kami belum benar-benar paham sebelum pada akhirnya, minggu ini datang.
Selain tugas yang datang berturut-turut, ada juga praktikum yang perlu kami lalui. Kami sudah diberitahu jauh sejak awal kuliah bahwa proses perkuliahan ini akan sangat padat, menantang dan cenderung menguras energi. Tapi kami belum benar-benar paham sebelum pada akhirnya, minggu ini datang.
Label:
college,
disclosure,
growing up,
hearts,
LOVE,
Mapronis Lyfe
Written by
Nisrina
at
19:09
No comments:
Sunday, 10 September 2017
Mengurai Kenangan, Memanggil Kembali Ingatan
“I know I am loved. I am surrounded with love, because I feel so.” |
Ingatan adalah dua sisi mata uang.
Kadang kita ingin menjaganya baik-baik, tak jarang juga kita ingin membuangnya lekas-lekas. Sayangnya, kita tidak bisa memilih ingatan mana yang menetap, mana yang lamat-lamat hilang menguap.
Jangan pikir ketika kita tidak mengingat apa-apa tentang satu hal, itu artinya kita telah benar-benar melupakannya. Barangkali ingatan itu justru berada dalam tempat penyimpanan yang lebih permanen: di bawah kesadaran kita.
Label:
berbicara cinta,
birthday,
contemplation,
growing up,
her,
here and now,
highlight,
life,
LOVE
Written by
Nisrina
at
14:46
1 comment:
Subscribe to:
Posts (Atom)


