“Politik memang bukan untuk semua orang, apalagi buat kamu yang sukanya hal-hal absolut – semua harus hitam dan putih, dan tidak boleh abu-abu.”
– Timur. Halaman 250.
Perasaan senang nggak bisa aku sembunyikan saat mendapati paket berisi buku ini dua hari yang lalu. Akhirnya, buku pre order (PO) yang aku tunggu-tunggu datang juga!
Well, sejujurnya aku benar-benar penasaran dengan Sophismata.
Ada “janji” yang diumbar saat Alanda Kariza, penulisnya, mempublikasikan buku ini: Bahasan Politik. Aku ingat, ketika pertama kali buku ini muncul, Indonesia lebih tepatnya Jakarta, sedang panas-panasnya membahas Pilkada.
Jadi ada apa sih dengan Sophismata? Kenapa aku pengen banget baca buku ini?

